Welcome to my site => "Syauqi454.blogspot.com"

Intelektual, Spiritual, Finansial

Kamis, 11 Oktober 2012

Sukses Dengan Ikhlas


Sahabat, Saat kita mencoba mengerjakan sesuatu dengan niat yang terfokus (focused intent), yang terjadi adalah malah kita secara otomatis menggiatkan kinerja conscious mind (otak kiri) kita. Hal ini membatasi kita untuk mengakses unconscious mind (right brain) yang memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding conscious mind.

Dalam banyak buku self-help sering diterangkan bagaimana kita membuat intent (niat) untuk mencapai apa yang kita inginkan. Selama ini banyak orang yang beranggapan intent sebagai “something that we want to happen”. Oleh karena itu conscious mind kita berusaha mencari intent yang positif dan membahagiakan.
Seringnya kita diajari bagaimana membuat intent yang sifatnya 3P: Positive, Precise, Present. Jadi intent didefinisikan diawal dan diusahakan untuk terjadi karena kita percaya skenario seperti itu yang paling bagus. Intent seperti ini bisa saja berhasil. Namun biasanya saat tidak berhasil, kita mungkin merasa gagal dan berpikir ada proses yang salah.

Conscious mind kita memiliki kemampuan terbatas. Hanya mampu memproses 5-10% dari realita yang terjadi. Oleh karenanya, intent yang kita definisikan dari conscious mind bersifat limiting (membatasi). Kita cenderung fokus pada apa yang kita inginkan. Disitu ada wanting (keinginan) dan expectation (harapan), yang apabila tidak terpenuhi bisa menimbulkan kekecewaan dan rasa frustasi. Akhirnya kita merasa tidak berdaya karena gagal mencapai yang kita inginkan.

Mendefinisikan intent dari conscious mind memberi kesan seolah-olah kita tahu yang terbaik, padahal barangkali ada lagi yang lebih baik kalau kita bersedia untuk ikhlas dan let go (berserah diri).
Untuk mengakses the power of Unconscious Mind, fokus kita bukan pada “apa yang kita inginkan” tapi justru pada “let go”. Dengan let go kita melepaskan diri dari expectation tentang bagaimana segala sesuatunya mesti terjadi. Lantas kita pun membuka diri untuk menerima skenario lain yang lebih baik dibanding skenario yang kita pilih. Let go mengizinkan kita untuk bersyukur dalam menerima apa yang kita inginkan dan juga merasa nyaman untuk menerima seandainya yang kita inginkan itu tidak terjadi. Dalam kondisi ini kita tidak merasa powerless atau gagal.

Unconscious mind memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious. Melalui let go kita mengaktifkan unconscious mind yang memiliki akses ke infinite potentials (potensi tak terbatas) di alam raya ini.

Bagaimana caranya kita fokus pada let go, bukan pada apa yang kita inginkan?
Misalnya Anda sedang mengalami kesulitan finansial. Fokus Anda bukan pada intent yang 3P, dimana Anda ingin Rpxxxx uang misalnya. Anda cukup bertanya, misalnya: “Seandainya kondisi finansial saya berbeda, apa yang saya rasakan?” Jadikan pertanyaan ini sebagai INTENT. Lantas observe (perhatikan) apa yang BERBEDA – bukan apa yang sama – dari feeling Anda. Tanyakan sekali lagi, misalnya: “Seandainya keinginan saya untuk punya uang tidak ada, bagaimana rasanya?”. Perhatikan feeling yang berbeda dan rasakan.

Barangkali Anda lantas merasa ada kelegaan di hati. Anda mungkin melihat gambar balok es mencair. Barangkali Anda mendengar suara yang bilang “sebentar lagi kamu kaya”. Apa saja, yang jelas tanpa dibuat-buat. Melalui hati, rasakan seolah-olah apa yang Anda inginkan sudah terjadi sekarang. Perhatikan dan rasakan semua ini kemudian LET GOOOOOOOOOOO.

Seorang teman mempraktekkan ini dan beberapa jam kemudian dia memperoleh uang beberapa juta. Jauh melampaui “wildest imagination”nya, karena expectationnya sudah di let go. Seorang teman lain sembuh dari penyakit yang sudah menahun. Hanya cukup dengan bertanya dan let go.

Intinya: fokus kita bukan pada apa yang kita inginkan, tapi pada let go. Izinkan unconscious mind kita yang dengan multi-processor nya bekerja tanpa diganggu oleh kekhawatiran atau dan keragu-raguan.

Merasa Pintar dan Pintar Merasa


Sahabat, Sering kita berjumpa dengan Manusia yang Pintar, Cerdas, Hebat, Shakti, atau punya banyak kelebihan di atas orang lainlah pokoknya. Tetapi jarang kita bersua dengan manusia yang betul-betul Arif & bijaksana……

Banyak Yang Merasa Pintar, tetapi Jarang yang Pintar Merasa.

Hmm.. kenapa ya…???
Penyakit merasa pintar akan berjangkit bilamana kita selalu fokus pada diri sendiri dan kurang mempunyai Rasa Empati Pada Orang Lain. Fokus yang begitu berlebihan pada kelebihan diri sendiri akan menumbuhkan rasa percaya diri yang berlebihan yang menjurus kepada Kesombongan. Dalam situasi seperti ini kita menjadi mudah melupakan keberadaan teman yang ada di sekitar kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kapan kita keluar dari zona “Merasa Pintar” ini…?
Manakala kita berani jujur melihat siapa kita dalam koordinat sosial yang ada dan dengan parameter yang orang lain punya. Menjadi jujur dalam konteks atau dalam konstelasi sosial bukanlah perkara mudah. Setidaknya ini seperti apa yang sering kita rasakan dan jalani. Karena dalam posisi ini berarti kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Atau bisa jadi justru kita lebih baik menjadi rendah hati dengan memberikan penghormatan setulusnya kepada lingkungan sosial sekitar dimana kita berinteraksi.

Jika saja kita mau membuka mata dan telinga lebih lebar…
Jika saja kita belajar untuk lebih banyak mendengarkan ketimbang bicara…
Seandainya saja kita menajamkan kemampuan akal kita untuk berpikir dan hati kita untuk merasa…
Dan seandainya saja kita dapat meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama…
Maka niscaya dunia ini akan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk dihuni.
Dengan cara inilah kita menjadi pintar merasa.
Dan bukan merasa pintar!
Semoga penyakit ini dijauhkan dari dalam hati kita.
Amien.

Keluar dari zona nyaman

Sering dengar kata-kata zona nyaman? Zona nyaman adalah sebuah kondisi yang terbiasa dialami, dilakukan, diterima, ditoleransi dan mungkin dianggap layak bagi seseorang. Comfort zone atau zona nyaman laksana pedang bermata dua. Disatu sisi orang memang mencari kenyamanan sehingga tidak perlu lagi bersusah payah untuk mencapai tujuan mereka. namun disisi lain, berada di zona nyaman dapat membuat orang terlena dan bahkan bisa menumpulkan daya nalar dan kreatifitas seseorang.

Wah, tenyata berada di zona nyaman bisa berbahaya. Sebab sebenarnya kenyamanan itu bersifat semu. Kenyamanan yang didapat di zona nyaman hanyalah nyaman karena menghindari sesuatu diluar kebiasaannya yang memerlukan pemikiran dan usaha yang baru baginya.

Jika seseorang mengharapkan hasil yang berbeda dari apa yang didapat sekarang di zona nyaman, maka ia harus merubah pola pikir dan cara-cara bertindaknya. Mengharapkan hasil yang gemilang berarti kita harus memiliki pola pikir dan tindakan yang membuat ia pantas mendapatkan hasil yang gemilang tersebut.
Ironisnya banyak orang mengharapkan hasil yang lebih baik tapi tidak mau beranjak dari zona nyaman, pola pikir dan tindakannya tidak berubah. Adalah aneh, bila kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama. Kita harus berani keluar dari zona nyaman bila kita mengharapkan hasil yang spektakuler.
Lantas, kalau kita keluar dari zona nyaman berarti kita masuk ke zona tidak nyaman dong? mungkin banyak orang yang berpikiran seperti itu. Pantas saja hidupnya tidak pernah berubah. Keluar dari zona nyaman, sesungguhnya kita tengah memasuki zona kesuksesan. Untuk sukses, kita harus berani mengambil keputusan untuk sukses.
Tentu untuk mencapai kesusksesan dan berada di zona sukses memerlukan sebuah proses yang tidak instan, tapi sebenarnya juga tidak terlalu sulit dicapai asal kita tahu rambu-rambunya dan konsisten menapaki jalan-jalannya, diantaranya: 1. Memiliki mindset (pola pikir) yang benar, 2. Belajar dan Bertindak Cepat, 3. Fokus pada tujuan, 4. Berdoa dan Bersabar.

Yuk, sama-sama kita keluar dari zona nyaman dan menuju zona sukses. Pepatah mengatakan, “Dimana ada kemauan disitu ada jalan.”

Senin, 08 Oktober 2012

5 Kelebihan Akhwat Yang Dijadikan Setan Untuk Melemahkan Ikhwan

Akhwat adalah sosok yang sangatlah unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam bahkan memandang akhwat adalah sosok yang sangat spesial dan bahkan memberikan satu surat dalam Al-Quran untuk akhwat. An-Nisa. Rasulullah pun berkata bahwa sosok yang harus kita cintai setelah Allah SWT dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi yang diberikan oleh islam kepada Akhwat. (Tapi orang barat suka bilang kalo islam itu melecehkan wanita.. Nah lho.. Mereka tidak melihat fakta kali ye... hehehe)

Namun Akhi, Ukhti, akhwat seringkali dibuat sebagai senjata yang Maha Dahsyat oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang ikhwan. Ya, tidak dipungkiri, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam dada seorang ikhwan adalah melalui akhwat itu tadi. Dalam sejarah, syaitan mengakui kepada Nabi Musa AS bahwa jalur utama syaitan dalam merasuk dan memperdaya manusia ada 3 : ketika Shalat, ketika marah, dan melalui akhwat.

Kali ini Insya Allah ane akan mengulas hasil rangkuman beberapa ulama mengenai kekuatan akhwat yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk meluluhlantakkan hati seorang ikhwan. Tapi maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk memojokkan akhwat dan meninggikan ikhwan. Tapi hanya bermaksud untuk saling mengingatkan. Karena, kalau hanya salah satu antara ikhwan atau akhwat saja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk masuk. Tapi khan kalau kita sama-sama menjaga hati, Insya Allah akan lebih baik bagi kita semua. Betul betul betul ?

Karena ingat, ketika syaitan sudah tidak mampu menyesatkan kita dengan keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Faham khan? Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu melenggang mulus dan melakukan kebaikan tanpa dia ganggu. Naudzubillahi min dzalik.

Lantas apa kekuatan akhwat?

1. Air Mata.

Air mata akhwat adalah sesuatu yang seringkali digunakan syaitan untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati seorang ikhwan. Jangankan ikhwan biasa yang masih belajar tentang prinsip-prinsip kehidupan. Seorang Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan memegang teguh prinsipnya pun diluluhkan oleh tangis adiknya hingga masuk islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di dunia. Masih ingat khan kisahnya..?

So, gimana? Buat akhwat, afwan, bisa lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan air mata. Apalagi ketika sudah ada ikhwan yang bukan muhrim, ada di sekitar anti. Apalagi kalau si ikhwannya ada perasaan sama anti. Wah, gawat tuh. Bisa-bisa Syaitan terbahak dan bertepuk tangan karena kelakuan kita itu. Naudzubillahi min dzalik.

Menangis adalah muara dari perasaan. Jikalau terlalu senang, kita bisa menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga mengeluarkan bulir-bulir air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya saja, ketika ada sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apalagi kalau sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.

Buat ikhwan, lebih waspada lagi sama syaitan..! Salah satunya lewat akhwat ini. Coba aja bayangin, kalau ada akhwat memohon sesuatu ke kita, sampe mengeluarkan air mata. Gimana sikap kita? Itu yang harus kita manage dengan sebaik mungkin. Tentu dengan manajemen hati yang tepat.

2. Senyuman.

Senyuman akhwat itu salah satu yang sangat mudah dijadikan oleh syaitan dalam memperdaya ataupun melelehkan hati seorang ikhwan. Apalagi kalau si akhwat yang sudah punya satu fikroh. Tentu akan sangat meluluhkan hati seorang ikhwan.

Lantas bagaimana? Allah telah jelas dan tegas memerintahkan kita dalam surah An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi : “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya...” dan ayat ke 31 juga yang berbunyi “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya....” menunjukkan solusi yang seharusnya kita lakukan bersama. Para ikhwan maupun akhwat sudah selayaknya menjaga pandangan mereka.

Ustadz ane bilang, kalau kita berbicara dengan lawan jenis sebaiknya tidak melihat langsung kepada wajahnya. Lihatlah beberapa senti di sampingnya. Senyum akhwat kalau sudah tertangkap oleh mata seorang ikhwan, weish... Bisa bahaya tuh.

3. Tutur kata

Akhwat itu memiliki jenis suara yang berbeda dengan ikhwan. Jenis suara akhwat itu lebih lembut dan tinggi daripada ikhwan. Kalau ikhwan, lebih nge-bass dan lebih rendah. Ternyata itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk memperdaya ikhwan. Apalagi kalau si akhwatnya itu juga pakai intonasi yang sengaja di’naik-turun’kan. Memberi nada centil. Wah, udah bahaya itu. Hati ikhwan bisa berdesir mendengarnya.

Lantas bagaimana lagi? Untuk akhwat, berbicaralah yang tegas! Tidak menimbulkan kesan yang manja atau gimanaaa gitu.. (ngerti khan? Hhe..) Berbicaralah dengan retorika yang tegas dan seperlunya saja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara yang benar, atau diam! Benar khan?

Suara akhwat itu sangat dilindungi dan dihargai oleh Islam. Bahkan ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa nasyid akhwat itu tidak baik didengar oleh ikhwan. Karena, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat menimbulkan perasaan yang berbeda di hati ikhwan. Waduhh....

Ikhwan, jangan sok kasih perhatian. Jangan malah memancing akhwat untuk bersuara seperti yang dimaksudkan tadi. Ya, berhati-hatilah dalam mengolah hati. Berhati-hatilah dalam memberikan perhatian.

4. Berhias

Banyak perdebatan di sini. Tapi ternyata berbahaya juga lho. Salah satunya bagi akhwat yang memakai parfum atau wewangian. Rasulullah berkata bahwa barang siapa akhwat (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan di depan seorang ikhwan (laki-laki) sehingga sang ikhwan mencium wewangian tersebut, maka sang akhwat dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..

Yang masih jadi perdebatan itu tentang celak yang seringkali digunakan akhwat. Apakah itu termasuk berhias yang berlebihan? Menurut ustadz ane sih, katanya yang namanya celak itu pada umumnya pada zaman Rasulullah dipakai untuk ikhwan. Bukan akhwat. Adapun akhwat-akhwat muslimah yang memakai celak itu hanya bagi suami-suami mereka, ketika suami mereka baru pulang dari peperangan atau dari mencari nafkah bagi keluarga. Nah, kalau itu mah beda lagi. Kalau sama suami, Insya Allah halal. Malah jadi pahala bagi sang akhwat. Jadi, celak yang digunakan tersebut kurang pas kalau dipakai sama akhwat-akhwat di luar rumah. Apalagi kalau sengaja berniat berhias diri. Naudzubillahi min dzalik...

5. Kecerdasan

Nah, ini yang paling berbahaya atau paling sulit untuk dihindari. Akhwat yang cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Seringkali ikhwan tidak melihat paras atau rupa dari si akhwat. Tapi kecerdasannya. Retorika berbicara serta bobot yang dia bicarakan. Apalagi kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan paling sering memakai kelebihan akhwat yang satu ini.

Jalan keluarnya bagaimana? Untuk keseluruhan, sebenarnya hanya ada dua intinya. Sang ikhwan harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang akhwat juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa fasilitas istigfar yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristigfar setiap waktu. Ingat Allah setiap waktu.

Semoga dengan itu kita mampu menghindarkan diri dari godaan syaitan laknatullah. Insya Allah...

Nah, itu dia akhi, ukhti, rangkuman dari pendapat beberapa ulama mengenai akhwat dan
ikhwan dan syaitan ketika telah berada di antaranya. Semoga bermanfaat ya..!

Jalan Tidak Selalu Lurus

Ada tingkungan bernama kegagalan.
Ada bundaran bernama kebingungan
Ada tanjakan bernama teman
Ada rambu-rambu bernama keluarga
Ada lampu merah bernama musuh
Ada lampu kuning bernama peluang
Kita akan mengalami ban kempes dan pecah

itulah HIDUP

TAPI jika kita membawa :

* Ban serep bernama TEKAD
* Mesin bernama KETEKUNAN
* Asuransi bernama IMAN
* Dan kemudi bernama TUHAN

Sampailah kita di daerah yang di sebut SUKSES dan BAHAGIA

Ya Allah Jadikan Kami Hamba yang Asing dan Sedikit

Rasulullah bersabda, Islam itu datang "ghoriiban" atau asing, dan akan kembali asing sebagaimana datangnya, karena itu khabarkan berita gembira bagi orang-orang yang dianggap asing yang tetap istiqomah dan semangat berdakwah ditengah manusia tenggelam dalam kemaksiatan dan kezoliman".                        
(Tafsir : hadist HR Ahmad).

Di zaman modern ini kadang dianggap aneh orang yang jujur ditengah para koruptor, dianggap kampungan orang berpakaian muslimat ditengah orang modern, dianggap sok alim orang berdakwah ditengah meratanya kemaksiatan.

Akhirnya memang asing, aneh dan sedikit hamba-hamba Allah yang sholeh itu (QS 7:16-17), sedikit yang tahajud, sedikit yang subuh berjamaah ke masjid, sedikit pejabat yang jujur, sedikit yang peduli pada saudara yang papa dan tertindas, sedikit yang benar benar serius taat...

"Semoga Saya , kalian sahabatku dan keluarga kita, Allah jadikan hamba hamba Allah yang asing dan sedikit itu... Aamiin"

Hati-Hati Dalam Berkata

Dulu ada 2 orang lelaki dari bani isra’el yang sudah saling menganggap temannya sebagai saudara, lalu salah satu diantara keduanya melakukan perbuatan dosa sedangkan satunya giat sekali beribadah.orang yang giat beribadah melihat saudaranya sedang mengerjakan dosa kemudian dia berkata kepada saudaranya itu:tahanlah dirimu! (untuk tidak berbuat dosa)
Saudaranya menjawab ”
janganlah kamu menghiraukan saya! Demi Robb-ku apakah kamu diutus sebagai pengawas untukku ?
Lelaki yang giat beribadah itu menjawab ”Demi Allah. Allah tidak akan memberikan ampunan kepadamu atau Allah tidak akan memasukkanmu kedalam surga”.

Lalu Allah Mencabut kedua ruh orang itu kemudian keduanya berkumpul dihadapan Robb semesta alam.Allah berfirman kepada orang yang tekun beribadah”apakah kamu mengetahui tentang Aku ? atau kamu mampu mengatur apa yang berada didalam kekuasaan-Ku ?

Allah berfirman kepada yang berbuat dosa”pergilah kamu! Lalu masuklah kedalam surga dengan Rahmat-Ku sedangkan kepada orang yang satunya Allah berfirman ”pergilah ke neraka!

Sahabat abu hurairoh R.a berkata demi dzat yang menguasai diriku sungguh orang itu telah mengatakan sebuah kalimat yang menghancurkan masa depan dunia dan akhiratnya (HR. abu dawud IV/215) lihat pula ahaditsul qudsiyyah;lajnah minal ulama syaikh kamil uraidlah th 2002 hadits no 35 hal 48)

subhanallah kita masuk surga hanya karena Rahmat Allah Ta’ala,
dan insya Allah bukan karena amal - amal kita.

wallohu a’lam bish showab